Senin, Desember 05, 2011

Rahasia Angka 40 dibalik Penciptaan Manusia

Dalam proses penciptaan manusia dari

sperma hingga menjadi segumpal daging

Allah SWT menjadikannya selama 120

hari, akan tetapi bukan berarti Allah tidak

mampu menciptakan manusia dalam

waktu yang singkat, ini artinya bahwa

manusia hidup itu memerlukan proses,

tidak ujug- ujug langsung berjalan dengan

tegak begitu saja, inilah bukti kebesaran

dan kekuasaan Allah. Dan ini merupakan

skenario Allah didalam proses penciptaan

manusia, bahwa tidak ada seorangpun yang hadir ke dunia ini tanpa melalui

proses. Rosulullah SAW bersabda :

“’AN ABI ‘ABDIR RAHMAN ‘ABDILLAAHI IBNI MAS’UUD RA. QAALA :

HADDATSANAA RASUULULLAAHI SAW WAHUWA ASHSHOODIQUL

MASHDUUQI. INNA AHA DAKUM YUJMA’U KHOLQUHUU FII BATHNI

UMMIHII ARBA’IINA YAUMAN, TSUMMA YAKUUNU ‘ALAQATAN MITSLA

DZAALIKA, TSUMMA YAKUUNU MUDHGHOTAN MITSLA DZAALIKA, TSUMMA

YURSALU ILAIHIL MALAKU FAYANFUKHU FIIHIR RUUHA WAYU’MARU

BIARBA’I KALIMAATIN; BIKATBI RIZQIHII WA AJALIHII WA ‘AMALIHII WA

SYAQIYYUN AU SA’IIDUN FALLAAHIL LADZII LAA ILAAHA GHOIRURUU,

INNA AHA DAKUM LAYA’MALU BI’AMALI AHLIL JANNATI HA TTAA MAA

YAKUUNA BAINAHUU WA BAINAHAA ILLAA DZIROO’UN FAYASBIQU ILAIHIL

KITAABU FAYA’MALU BI’AMALI AHLIN NAARI FAYADKHULUHAA, WA INNA

AHA DAKUM LAYA’MALU BI’AMALI AHLIN NAARI HA TTAA MAA YAKUUNA

BAINAHUU WA BAINAHAA ILLA DZIROO’UN FAYASBIQU ‘ALAIHIL KITAABU

FAYA’MALU BI’AMALI AHLIL JANNATI FAYADKHULUHAA” . (HR . Bukhori dan

Muslim/kitab Al-arba ’iin An-nawawiyah syeikh Imam Nawawi

Albantani) Dari Abi Abdir rahman Abdillah bin mas’ud RA beliau berkata : Telah

bercerita kepada kami rosulullah SAW yang mana beliau (Rasulullah) adalah

orang benar yang sudah pasti benar.Sesungguhnya dikumpulkan kejadian salah

seorang dari kalian dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk

sperma, kemudian dia menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian

menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian Allah mengutus kepadanya

malaikat, kemudian ditiupkan ruh kepadanya, lalu malaikat tersebut

diperintahkan untuk menulis empat perkara; untuk menulis rizkinya, ajalnya dan

amalnya dan apakah dia celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada tuhan

yang hak disembah selainnya. Sesungguhnya salah seorang dari kalian

benar-benar beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara

dirinya dengan surga hanya satu hasta, lalu dia didahului oleh catatan

takdirnya, sehingga dia beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga dia

memasukinya. Dan salah seorang di antara kalian benar-benar beramal

dengan amalan ahli neraka, hingga jarak antara dirinya dengan neraka

hanya sehasta, lalu dia didahului oleh catatan takdirnya, sehingga dia

beramal dengan amalan ahli surga, hingga dia memasukinya. (HR Bukhari

dan Muslim) dalam Arbain Nawawi oleh Imam Nawawi Albantani. Manusia

dalam proses dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya berupa sperma

selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah juga selama empat

puluh hari, kemudian mejadi segumpal daging juga selama itu pula, ada apa

sebenarnya dibalik angka 40 itu? Ketika disampaikan dalam Alqur’an maupun

hadist suatu kata atau kalimat yang diulang-ulang artinya itu sesuatu yang

penting untuk kita perhatikan. Demikian juga ketika rasul mendapatkan wahyu,

pada usia empat puluh tahun (angka 40) . Usia empat puluh tahun adalah usia

kemapanan dan kestabilan seseorang dimana ia menemukan jati dirinya atau

bentuknya didalam menjalani proses kehidupannya. Kita bisa melihat ketika

seseorang berusia 35 tahun dimana usia ini adalah masa yang labil, karena

biasanya pada usia itu seseorang masih bisa berubah-ubah baik dari sisi

pekerjaan atau penghasilan, maka untuk bisa melihat kestabilan dan kemapanan

adalah ketika berumur 40 tahun. Suatu ketika sedang ngobrol-ngobrol bersama

teman ada seorang keturunan jawa anak seorang transmigran mengatakan

bahwa kalau orang sudah berkeluarga dan berumur empat puluh tahun dia

belum memiliki rumah sendiri, maka probabilitas/kemungkinannya untuk

mempunyai rumah pribadi sulit. Lalu timbul pertanyaan dalam benak apa

benar? Setelah dipikir secara logika ternyata masuk akal juga. Kenapa? karena

ketika seseorang sudah berusia empat puluh tahun, artinya usia semakin tua,

kondisi tenaga semakin lemah, penyakit mulai berdatangan, jumlah anak

bertambah, biaya kehidupan meningkat sejalan dengan kondisi anak dan tingkat

kemajuan zaman, dan lain-lainnya. Demikian pula seseorang berusia 40 tahun

belum sempat sholat, maka khawatir kalau sampai meninggalnya tidak sempat

mendirikan sholat. Kenapa? Karena sholat merupakan awal perkara yang

pertama kali akan dipertanyakan oleh Allah pada hari kiamat dan sholat adalah

yang membedakan antara orang muslim dan orang kafir. Kemudian dalam

proses kejadiannya ketika berusia tiga bulan sebelum ditiup ruhnya oleh sang

malaikat, maka manusia dianjurkan untuk banyak memohon dan berdo’a kepada

Allah atas janin yang ada dalam kandungannya. Setelah umur kandungan

berumur empat bulan (120 hari), lalu Allah perintahkan malaikat meniupkan

ruhnya dengan empat kalimat yaitu dengan catatan rizkinya, ajalnya, amalnya

dan apakah dia celaka atau bahagia. Artinya ketika Allah belum perintahkan

malaikat untuk meniupkan ruhnya kedalam jabang bayi maka taqdirnya belum

dicatat di lauhil mahfuzh, disitulah Allah SWT belum menetapkan taqdirnya.

Maka bagi kedua orang tuanyalah untuk banyak memohon dan berdo’a agar

anak yang didalam kandungan selamat, sehat, rizkinya lancar, ajalnya baik dan

menjadi orang yang beruntung baik dunia maupun akhiratnya. Dan semoga

jabang bayi yang ada dalam kandungan diberikan kesempurnaan. Kita umat

islam harus senantiasa prihatin kepada dirinya walaupun amalnya bagus.

Amalnya bagus jangan merasa diri kita paling baik. Karena kita tidak tahu

bagaimana kejadiannya nanti di akhir hayatnya. Juga kita tidak boleh menghina

atau benci terhadap orang yang sedang diuji melakukan maksiat, sebab kita tidak

tahu bagaimana nanti kejadiannya pada akhir hayatnya. Kita sendiri juga apabila

diuji melakukan maksiat maka tidak boleh putus asa lalu kita tidak mau meminta

ampunan kepada Allah, sebab bisa saja manusia awalnya bagus belum tentu

akhirnya jelek, dan sebaliknya awalnya jelek juga belum tentu akhir

bagus. Sesungguhnya ada orang yang beramal dengan amalan ahli surga,

sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya satu hasta, lalu dia didahului

oleh catatan taqdirnya, sehingga dia beramal dengan amalan ahli neraka, maka

dia masuk kedalam nerakanya Allah SWT. Sebaliknya ada orang yang beramal

dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya

satu hasta, lalu dia didahului oelh catatan taqdirnya, akan tetapi pada akhirnya

dia beramal dengan amalan ahli surga, sehingga dia masuk

didalamnya. Diceritakan kisah dua orang kakak beradik. Seorang abang dan

seorang adik yang begitu jauh feil dan karakternya. Si abang seorang yang kuat

beribadah siang dan malam sementara si adik, seorang yang penuh maksiat

hidupnya penuh dengan perbuatan dosa dan kemungkaran. Namun ditakdirkan

tuhan, keduanya mati dan menerima nasib yang jauh berbeda. Si adik

ditempatkan di syurga sementara si abang dilemparkan ke dalam jurang api

neraka. Semuanya karena nawaitu/niat mereka sebelum meninggal dunia. Si

abang sebelum mati terlanjur untuk menuruti adiknya untuk melakukan maksiat

karena sudah merasakan terlalu lama beribadah sementara si adik yang tadinya

ahli maksiat tersentuh untuk bertaubat dan meninggalkan segala maksiat yang

dilakukan. Nawaitu itulah yang membawa mereka menerima pembalasan

sedemikian oleh Allah Subhanahu Wata’ ala. Begitulah apa yang di kisahkan untuk

dijadikan sebagai renungan agar kita senantiasa intropeksi diri dan jangan

merasa bangga terhadap apa yang kita lakukan dan hendaknya kita jangan pula

merasa paling hebat, paling suci, paling benar dsb. Bagaimana seorang yang

pada zhahirnya kelihatan alim, warak dan bertaqwa, akhirnya tercabut darinya

hidayah dari Allah yang menyebabkannya terjelembab ke dalam jurang neraka.

Sementara mereka yang bergelimang dengan maksiat, sempat pula bertaubat

sebelum nyawa dicabut malaikat tapi pada akhirnya dia di masukkan ke dalam

surganya Allah SWT. Dari sinilah dapat kita petik pelajaran yang sangat berharga

dalam kisah ini;1 . Jangan melihat orang dengan pandangan hina dan keji

sedangkan pandangan yang sepatutnya diberikan adalah pandangan kasih sayang

dan memohon do’ a semoga Allah berikan hidayah buat mereka.

2. Manusia akan mudah meninggalkan soal halal dan haram apabila memikirkan

soal mengisi perut. Bahkan seorang muslim boleh meninggalkan agamanya

hanyalah untuk mendapatkan rezeki tanpa mengetahui betapa besarnya nilai

iman yang dimiliki.3. Begitu halus bisikan syaitan yang senantiasa menggoda kita

walaupun berupa perbuatan yang bersandarkan ‘karena Allah’. 4. Memahami

dan mendengar kunci untuk menyelesaikan masalah seseorang. Akan tetapi

jangan salah tafsir dengan pelajaran kisah ini jangan sampai beranggapan :1 .

Tidak mengapa tidak berkerudung asalkan hati baik 2. Tidak mengapa

melakukan maksiat kerana Allah itu Maha Pengampun dan akan mengampunkan

segala dosa yang diperbuat. Semoga cerita yang dipaparkan dapat menginsafkan

kita supaya senantiasa menjaga nikmat hidayah yang Allah berikan kepada kita,

dan mari kita jemput hidayah jangan samapai kita menunggu hidayah.Ya Tuhan

kami, janganlah kau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki, dan berilah kami

dari hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi.


Published with Blogger-droid v2.0.1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar