Senin, Desember 05, 2011

Kenali Dirimu, Maka Akan Mengenal Tuhanmu

Kalimat yang sederhana ini, “kenali dirimu, maka akan mengenal Tuhanmu”

merupakan sebuah sabda dari Rasulullah Muhammad saw. ” Man arofa nafsahu

faarofa robbahu “.

Di dalam beragama dan berkeyakinan, banyak manusia yang “terkurung” dalam

fenomena “katanya” atau dalam bahasa agama kita sering , medengarnya dengan

istilah “taklid.”

Setiap manusia yang beragama atau manusia yang memilih untuk tidak beragama,

kesemua memiliki “alasan”. Terutama bagi individu yang beragama harus memiliki

dasar yang “kuat”, sehingga keberagamaanya bukanlah “hasil” dari atau diperoleh

karena “warisan” atau bahkan “katanya”.

Setiap manusia haruslah mendasari keimanannya dengan ilmu atau dalam bahasa

agama sering kita sebut “Ilmul Yaqqin” yakni keyakinan yang didasarkan oleh ilmu.

Sumber ilmu disini adalah Kitab Suci dan Sunnah Nabi. Hal ini sesuai dengan sabda

Rasulullah Muhammad saw. yakni : “kutinggalkan dua hal bagimu, apabila kalian

berpegang teguh pada keduanya maka kalian tidak akan sesat, yakni Kitab Allah

(Alquran) dan Sunnah Rasulu-Nya (Muhammad saw). ”

Sumber keimanan kedua yang harus dimiliki dan menjadi dasar bagi orang yang

beragama adalah “Ainul Yaqqin” yakni keimanan atau sumber keimanan yang

berasal dari “mata” atau pengalaman secara pribadi seorang yang beragama akan

kebenaran atau keberadaan Tuhannya.

Ini merupakan sumber keimanan yang harus dimiliki oleh orang beragama, karena

keimanan dalam taraf ini merupakan tingkatan berikutnya dari keimanan yang

hanya baru dalam taraf “teori” atau “ilmul yaqqin”.

Sumber keimanan yang ketiga, yang harus dimiliki oleh orang yang beragana adalah

‘haqqul yaqqin”. Sumber keimanan ini merupakan taraf tertinggi dalam keimanan

dimana seorang yang beragama telah membuktikan keberadaan Tuhannya melalui

hubungan pribadi antara dirinya dengan Tuhan.

Bukti keimanan dalam taraf ini adalah seorang hamba dapat ber”mukallam

mukhotobah” atau berwawancakap dengan Tuhannya. Mereka yang telah berada

dalam taraf keimanan ini, benar-benar telah membuktikan bahwa tuhan itu benar-

benar ada.

Inilah beberapa sumber keimanan yang harus dimilki oleh orang yang beragama.

Kenalilah dirimu, “apakah saat ini kita baru berada dalam taraf “teori” atau ‘ainul

yaqqin’ atau bahkan “haqqul yaqqin”…? dengan demikian kita akan benar-benar

mengenal tuhan kita.


Published with Blogger-droid v2.0.1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar