Minggu, Juni 10, 2012

Akhlak Kepada Allah

Akhlak kepada Allah SWT menjadi salah satu syarat yang diutamakan

untuk meraih takwa bagi setiap individu di bumi ini. Allah SWT sebagai

pencipta dan pengatur alam semesta ini memiliki syarat tersendiri

dalam mengelompokkan hambanya dalam hal takwa. Allah SWT juga

memberikan petunjuk bagaimana menjalani syarat tersebut dengan

baik dan sesuai dengan keingginan-Nya. Allah SWT memberikan

seperangkat aturan menyeluruh untuk dilakukan manusia dalam

kehidupan di dunia ini.

Allah SWT telah mencantumkan segala aturan-Nya. Hal tersebut dapat

diketahui oleh manusia melalui kitab suci Al-Qur'an . Di dalam kitab

suci umat muslim tersebut disampaikan oleh pencipta dan pengatur alam semesta

ini mengenai akidah maupun akhlak kepada Allah SWT serta berbagai aturan lain

yang mengatur kehidupan manusia di dunia ini.

Adapun akidah kepada Allah SWT menjadi landasan dasar yang paling kuat dan

harus dimilki oleh setiap individu. Ketika akidah seseorang kuat dan benar, maka ia

akan mudah menerima cahaya kebenaran serta petunjuk dari Allah SWT. Ia akan

menjalankan seluruh aktivitas kehidupan di dunia sebagai tabungan amalnya di

kehidupan akhirat kelak.

Selain akidah, peran akhlak juga penting dalam aktivitas setiap individu. Akhlak

menjadi bentuk nyata pelaksanaan pemahaman akidah. Hubungan antara akidah

dan akhlak saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan begitu saja. Jika ingin

meraih takwa kepada-Nya, maka setiap individu harus mengupayakan seoptimal

mungkin pelaksanaan konsekuensi dari akidah dan akhlak tersebut.

Takwa kepada pencipta dan pengatur alam semesta ini menjadi target paling tinggi

untuk setiap individu. Pengertian takwa tidak hanya dijadikan pengetahuan atau

tambahan sumber informasi belaka bagi setiap individu, tapi takwa harus menjadi

motivasi utama dalam diri manusia.

Berdasarkan pengertiannya, takwa yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan

berupaya seoptimal mungkin menjauhi larangan-Nya. Jadi, ketika manusia hendak

meraih takwa maka mereka harus mengupayakan diri mereka untuk memiliki akidah

yang kuat dan kokoh diimbangi dengan upaya meningkatkan pelaksanaan akhlak

kepada Allah SWT dalam kehidupan di dunia.

Akhlak Kepada Allah - Memahami Arti Pentingnya

Allah SWT sebagai pencipta dan pengatur alam semesta ini memiliki arti penting

dalam kehidupan manusia. Sikap, perbuatan ataupun bentuk amalan yang

seharusnya dilakukan manusia sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial

kepada pencipta dan pengatur alam semesta ini biasanya dikenal dengan istilah

akhlak kepada Allah SWT.

Sikap, perbuatan ataupun bentuk amalan yang menjadi bagian dari akhlak memiliki

ciri khusus. Ciri khusus tersebut mengarah pada target manusia, yaitu meraih

takwa kepada-Nya. Setiap sikap, perbuatan ataupun segala bentuk amalan manusia

tersebut harus sesuai dengan aturan-Nya. Selain itu, ada alasan mengapa manusia

membutuhkan pelaksanaan akhlak kepada Allah SWT, diantaranya:

Allah SWT merupakan pencipta manusia . Alasan pertama manusia harus

memiliki akhlak kepada Allah SWT tersebut harus senantiasa diingat oleh

manusia sepanjang hidupnya di dunia. Dia yang menciptakan manusia dari air

yang ditumpahkan keluar dari tulang rusuk serta tulang punggung manusia. Hal

tersebut sesuai dengan perkataan Allah SWT di dalam surat at-Thariq ayat 5-7

yang artinya: "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia

diciptakan? Dia tercipta dari air yang terpancar. Yang terpancar dari tulang sulbi

dan tulang dada" (at-Tariq: 5-7).

Allah SWT telah memberikan segala kebutuhan manusia, utamanya kelengkapan

panca indera, mulai dari indera berupa pendengaran, penglihatan, pembau,

perasa serta peraba. Selain panca indera, Allah SWT juga menjadikan manusia

makhluk paling mulia di antara makhluk-Nya yang lain karena karunia akal

pikiran. Manusia juga diberikan bentuk paling sempurna dengan anggota badan

yang kokoh dan sempurna. Alasan kedua ini juga menjadikan manusia harus

mempunyai akhlak sesuai firman-Nya di dalam surat an-Nahl ayat 78 yang

artinya: "Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan

tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran,

penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur" ( Q.S an-Nahl: 78).

Adapun alasan ketiga, yaitu karena Allah SWT yang telah menyediakan berbagai

sarana dan bahan yang dibutuhkan bagi kelangsungan hidup manusia, misalnya

bahan makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan, air, udara, binatang ternak

dan sebagainya. Alasan tersebut juga menjadikan manusia harus mempunyai

akhlak kepada Allah SWT sesuai firmanNya dalam surat al-Jatsiyah ayat 12-13

dengan artinya sebagai berikut: "Allah-lah yang menundukkan lautan untuk

kamu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya, supaya

kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu

bersyukur. Dan Dia menundukkan untuk kamu apa yang ada di langit dan apa

yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari pada Nya. Sesungguhnya

pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kamu yang

berpikir" (Q.S al-Jatsiyah:12-13).

Alasan keempat mengapa manusia harus memiliki akhlak , yaitu Dialah yang

telah memuliakan manusia. Manusia diberi kemampuan, manusia dapat hidup

serta memanfaatkan daratan dan lautan. Hal tersebut sesuai dengan yang

disampaikan Allah SWT dalam surat Al-Israa' ayat 70 dengan artinya: "Dan

sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak cucu Adam, Kami angkut mereka

dari daratan dan lautan, Kami beri mereka dari rizki yang baik-baik dan Kami

lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk

yang telah Kami ciptakan" (Q.S al-Israa:70).

Empat alasan tersebut merupakan bagian dari analisis manusia tentang pertanyaan

mengapa manusia harus mempunyai akhlak kepada Allah SWT. Jika di antara kita

menemukan alasan tambahan yang lain dan didasarkan pada ayat Al-qur'an, maka

dapat ditambahkan ataupun dihubungkan satu sama lain.

Kesimpulannya yaitu pelaksanaan akhlak kepada pencipta dan pengatur alam

semesta ini, yaitu Allah SWT memiliki arti penting bagi kehidupan manusia.

Kehidupan manusia yang dimaksud bukan hanya terbatas pada kehidupan manusia

sebagai individu saja, tapi kehidupan manusia di dalam hubungannya dengan

keluarga, orang lain maupun lingkungannya.

Akhlak Kepada Allah - Bentuk Pelaksanaannya

Setelah memahami arti pentingnya akhlak kepada Allah SWT yang telah diuraikan di

atas, manusia perlu mengetahui bagaimana sebenarnya pelaksanaan akhlak yang

dimaksudkan dalam ulasan tersebut. Allah SWT sebagai pencipta dan pengatur

alam semesta ini menjadi sumber dari segala sumber hukum dalam kehidupan

menjadi salah satu kebenaran yang harus diyakini oleh setiap muslim dimanapun

mereka berada.

Hal tersebut sesuai dengan firman-Nya di dalam kitab suci Al-Quran bahwa Allah

SWT merupakan Pencipta dirinya, pencipta jagat raya dengan segala isinya,

pengatur alam semesta yang luasnya tidak terhingga, sebagai pemberi hidayah

serta pedoman hidup dalam kehidupan manusia dan sebagainya.

Semua itu menunjukkan kepada diri setiap muslim bahwa jika beberapa hal

tersebut diakui, diyakini serta mengakar di dalam diri masing-masing, maka akhlak

kepada Allah SWT akan menjadi prioritas amal atau perbuatan yang paling utama

dalam berakhlak di kehidupan sehari-hari. Akhlak kepada Allah SWT juga dapat

disimpulkan sebagai pondasi atau dasar dalam berakhlak kepada siapapun di muka

bumi ini, baik akhlak kepada hewan ataupun tumbuhan.

Seandainya seorang manusia tidak mempunyai akhlak kepada pencipta dan

pengatur alam semesta ini, yaitu Allah SWT, maka ia tidak mungkin memiliki akhlak

kepada siapapun. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang memiliki akhlak tersebut,

maka hal ini merupakan pintu gerbang untuk menuju kesempurnaan akhlak kepada

yang lain. Berikut ini bentuk pelaksanaan akhlak kepada Allah SWT yang dapat

dilakukan oleh setiap individu dalam rangka meraih takwanya kepada pencipta dan

pengatur alam semesta ini:

Salah satu bentuk pelaksanaan akhlak kepada Allah SWT, yaitu memiliki tujuan

beramal yang tak lain mencapai ridha Allah SWT, bukan yang lain, misalnya ingin

mendapat pujian, penghargaan ataupun sanjungan dari orang lain, ingin dilihat

orang lain kalau dia termasuk orang yang banyak amal sholeh dan sebagainya.

Memiliki ketaatan dan keridhaan terhadap segala ketentuan yang telah

ditetapkan Allah SWT juga bentuk pelaksanaan dari akhlak kepada Allah SWT.

Hal tersebut menunjukkan bahwa akhlak kepada Allah SWT salah satunya

dengan rajin dan pandai mensyukuri segala nikmat dariNya.

Memperbanyak membaca al-Quran dengan memahami arti serta melaksanakan

isinya dalam kehidupan serta bertanggung jawab terhadap amanah/

kepercayaan yang ada pada dirinya. Bentuk pelaksanaan akhlak ini memiliki

konsekuensi yang baik bagi peningkatan akhlak manusia dalam meraih

ketakwaannya kepada Allah SWT.

Demikian ulasan mengenai akhlak kepada Allah SWT, semoga hal-hal tersebut di

atas menjadikan kita sebagai manusia berupaya untuk selalu optimal dalam

mengabdikan diri hanya kepada-Nya. Segala bentuk pengabdian tersebut semata

dilakukan dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur kepadaNya, sehingga ibadah

yang dilakukan hanya bertujuan untuk memperoleh keridhaan-Nya.

Oleh karena itu, dalam melaksanakan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT,

terutama melaksanakan ibadah- ibadah pokok, seperti shalat, zakat, puasa, haji,

harus menjaga kebersihan badan dan pakaian, lahir dan batin dengan penuh

keikhlasan. Tentu hal tersebut bersumber kepada al-Quran yang harus dipelajari

dan dipelihara kemurniannya dan pelestariannya oleh umat Islam sebagai bagian

dari bentuk pelaksanaan akhlak kepada Allah SWT.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar