DIBALIK ISU ALIRAN SESAT….!!! (Setujukah antum
dengan analisa seorang ikhwah berikut ini. )
DIBALIK ISU ALIRAN SESAT
Demi mempertahankan eksistensinya, NKRI rela
mengorbankan rakyat
NKRI sebagai Negara nasionalisme/Ashobiyah berada di
ambang kehancuran. Hal ini ditandai dengan carut marutnya
system yang berlaku. Korupsi, kolusi, Nepotisme kian
menjadi- jadi di berbagai bidang kehidupan. Karena memang
system yang dianutnya kondusif- mengarah demikian.
Kejahatan merajalela, karena hukum yang berlaku tidak membuat pelakunya
jera. Sungguh ironis penjara jadi ajang tempat transaksi Narkoba. Begitupun
perjinahan tidak kalah maraknya, dimana media- media justeru memfasilitasi
dan mendorong masyarakat melakukan perzinahan.
Ashobiyah Vs Daulah
Namun disamping itu geliat futuhnya islam dengan berdirinya Daulah
Islamiyah yang diawali oleh tegaknya Madinah di tiap-tiap wilayah Negara
Ashobiyah semakin terasa. Daulah Islamiyah yang mempersatukan Negara-
negara/madinah menuju tegaknya Khilafah- memang sangat ditakuti oleh
Negara-negara Ashobiyah semacam NKRI, terutama “dunungannya”, yaitu
Paman Sam, AS. Karena dengan Daulah tidak akan ada lagi ikatan-ikatan
nasionalisme/ashobiyah . Ikatan ashobiyah adalah yang telah memporak-
porandakan umat islam. Ikatan yang mempermudah umat islam diadu
domba. Ikatan yang sulit antar sesama Negara yang mengaku berpenduduk
muslim saling membantu, seperti Palestina, Irak, Afganistan dll. Bahkan Saudi
Arabia sekalipun sebagai tempat kelahiran Nabi saw nyaris tidak bersuara-
justru berteman akrab dengan Paman Sam/AS , gudangnya tokoh- tokoh
Zionis. Dengan Daulah mimpi buruk yang dialami umat islam selama ini tidak
akan terjadi lagi, sebagaimana yang pernah dialami oleh umat islam sepanjang
14 abad, semenjak terbentuknya Yatsrib jadi Madinah pertama hingga
runtuhnya Kekhalifahan di Turki tahun 1923. Dari tahun itulah umat islam jadi
“buronan’, DPO Thogut di bumi Allah. Insya Allah ( Nasrulloh wafathun qoriib )
sebentar lagi bumi Alloh akan kembali direbut oleh pemilik syahnya dalam
AQIDAH MULKIYAH, IKATAN PEMERINTAHAN ALLOH.
Aliran sesat made in NKRI
Maka untuk mengantisipasi itu (tegaknya Al-Islam) dibuatlah isu aliran sesat.
Mereka sendirilah yang memprakarsai terbentuknya kelompok2 sempalan
aliran sesat. Dari mulai Opsus, Komji, kasus Imron versi Ali Murtopo di awal
era Orba, hingga terbentuknya LDII/Lemkari, NII KW IX dan bebasnya
Ahmadiyah mengembangkan ajarannya di wilayah NKRI. Kita bisa melihat
bagaimana eksisnya LDII sebagai organisasi keagamaan-walaupun sudah
dimaklumi sebagai aliran sesat, oleh MUI sekalipun. Begitu pula KW IX dengan
Ponpes Al-Zaitunnya . Bahkan tokoh- tokoh NKRI begitu membanggakan
kehadiran Ponpes termegah se Asia Tenggara ini. Dimana tiap-tiap Milad Al-
zaitun, tokoh- tokoh semacam Harmoko, Wiranto, Habibie, Try Sutrisno,
Hendropriyono berbondong- bondong menghadiri hajatan tahunan ini.
Termasuk salah satu gedung dinamai Gedung Soeharto. Dari sini saja kita
sudah bisa membaca, siapa dibalik maraknya kembali isu aliran sesat saat ini.
Dengan tujuan untuk mempertahankan NKRI dari “gangguan” Daulah
dibuatlah “topeng- topeng” Daulah. Direkrutnya-ah anak-anak muda polos
dan sebagian aktifis yang sedang ideal-idealnya . Dan dibikinlah doktrin2,
ajaran2 yang mirip-bahkan nyaris sulit untuk membedakannnya. Hal ini untuk
menjadi “konsumsi” ormas2 islam yang masih setia berada dibawah naungan
Pancasila. Sehingga Ormas2 islam inilah yang menjadi ujung tombak untuk
menghadang laju Daulah dengan tuduhan aliran sesat. Begitupun anak-anak
polos yang tidak melek politik dan mudah diming2 simbol “perjuangan islam”
menjadi korbannya. Orang tuanya yang telah melahirkan dan merawatnya
hingga remaja-pun jadi korban kehilangan anaknya.
Hanya dalam AnNur permainan ini bisa terlihat jelas. Sementara dalam
Adzdzulumat , dalam naungan system gelap gulita, system iltibas/kolaborasi Al
Haq wal bathil, system yang penuh kompromi antar ideology, fenomena ini
nampak samar- samar. Hingga yang terjadi adalah prasangka, saling tuduh,
saling curiga, saling menduga dan berujung di meja- meja seminar, kajian, talk
show, warning spanduk, demonstrasi dan sebangsanya. Wallohu ‘alam
bishowab
Salim al-Muhajir
Sabtu, November 26, 2011
DIBALIK ISU ALIRAN SESAT….!!!
Tingkatan Derajat Manusia
Tingkatan Derajat Manusia
Dalam Islam tidaklah demikian. Derajat kemulian manusia diusahakan oleh
individunya masing-masing . Seorang anak yang lahir dari keluarga muslim
atau mujahid, tidak berarti anaknya otomatis menjadi mujahid atau muslim
dan mendapat tiket masuk Syurga secara gratis…,TIDAK. Orang- orang yang
berhak masuk Syurga adalah orang-orang yang beriman dan beramal Shaleh,
sekalipun orang tuanya kafir, sebagaimana Nabi Ibrahim. Atau pula Nabi Nuh
tidak berhak menurunkan derajat kemuliannya sebagai Nabi dan Rasul kepada
anaknya, Kan’an .
Dengan demikian dalam al-Qur ’an ada beberapa derajat kemuliaan manusia,
diukur oleh sejauh mana upayanya dalam menggapai kemuliaan tersebut.
Yaitu dari mulai manusia kal an’am/manusia layaknya binatang (Qs 7 :
179), – kemudian sebagai manusia yang berperadaban – Abid/hamba
Allah (Qs 2 : 21) , Mu’min – Muslim – Ummah – Mujahid hingga
Muttaqin ( Qs 49 : 13).
Manusia kal an’am
Adalah manusia yang enggan mempergunakan fasilitas yang telah diberikan
Allah untuk beribadah kepadaNya, berupa hati, pendengaran dan penglihatan.
Hidupnya hanya memperturutkan hawa nafsu layaknya binatang, bahkan lebih
sesat dari binatang. Ketika hendak makan, barang atau harta milik siapa saja
dimakannya, yang penting ada peluang. Maka lahirlah Koruptor, Pencuri,
Penipu, perampok dan sebangsanya. Ketika hendak bersenggama (afwan. .),
dimana saja dan dengan siapa saja dilakukan, yang penting didasari suka
sama suka, kalau terpaksa diperkosa. Maka lahirlah PSK, Gigolo, WIL, PIL,
tante Girang, Oom Senang. Prilakunya senang dan bangga dipertontonkan
kepada publik melalui media internet atau HP. “ Bubuligiran” dan “ Bubulucun”
di depan kamera dihargai sebagai MISS Univers, Putri tercantik Sejagat.
Naudzubillah
Binatang-binatang semacam itu tidak perlu didemo untuk mengenakan
busana atau dibuatkan RUU Anti Pornografi , karena begitulah budaya
binatang. Ada- ada saja binatang dipaksa mesti pakai busana…!. Wajarlah bila
Ratna sarumpaet dan Dyah “Oneng” Rieke Pitaloka menolak RUU APP.
Jadikanlah dulu dia manusia…dengan DAKWAH.
Aeh…, ngomong2 Mpok Oneng Pitaloka dan Ceu Ratna Tarompet, aeh
Sarumpaet pernah mendebat penulis dengan kata-kata yang meledak bak
petasan di siang bolong pada acara “Silat Lidah ANTV”, begini ungkapannya,
“hey Boy…! bilangin yah sama kyai-kyai lhu, ustadz-ustadz lhu,
ulama-ulama lhu…. , yang sok alim dan sok suci itu…, jangan maksa-
maksa kami pake baju…, dan larang- larang telanjang. Karena ini bukan
komunitas Islam, bukan Negara-nya Allah, tapi ini Negara dan
komunitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai HAM = Hak Asasi Monyet,
Hak Asasi Maung, Hak Asasi Munding, Hak Asasi Manuk, Hak Asasi
Mbeeek…. ! “.
Allah Swt berfirman, “ Dan sesungguhnya kebanyakan penghuni neraka
Jahannam adalah dari golongan Jin dan manusia, mereka telah diberi hati –
tapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat-Ayat Allah dengan hatinya,
mereka telah diberi pendengaran tapi tidak dipergunakannya untuk
mendengar ayat-ayat Allah, dan mereka telah diberi penglihatan, tapi tidak
dipergunakan untuk melihat ayat-ayat Allah. Mereka seperti binatang, bahkan
lebih sesat dari binatang… (Qs Al-A ’raf [7] : 179 )
