Jumat, September 28, 2012

Dari mana kita berasal,untuk apa kita hidup dan setelah mati kemana kita kan pergi

TEKA-TEKI IMAM AL- GHAZALI
Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul
dengan murid-muridnya lalu beliau
bertanya (Teka Teki ) ;
Imam Ghazali = " Apakah yang paling
dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = " Orang tua "
Murid 2 = " Guru "
Murid 3 = " Teman "
Murid 4 = " Kaum kerabat "
Imam Ghazali = " Semua jawapan itu
benar. Tetapi yang paling dekat dengan
kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah
bahawa setiap yang bernyawa pasti akan
mati ( Surah Ali-Imran ;185).
Imam Ghazali = " Apa yang paling jauh
dari kita di dunia ini ?"
Murid 1 = " Negeri Cina "
Murid 2 = " Bulan "
Murid 3 = " Matahari "
Murid 4 = " Bintang-bintang "
Iman Ghazali = " Semua jawaban itu
benar. Tetapi yang paling benar adalah
MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun
kenderaan kita, tetap kita tidak akan
dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh
sebab itu kita harus menjaga hari ini,
hari esok dan hari-hari yang akan
datang dengan perbuatan yang sesuai
dengan ajaran Agama".
Iman Ghazali = " Apa yang paling besar
didunia ini ?"
Murid 1 = " Gunung "
Murid 2 = " Matahari "
Murid 3 = " Bumi "
Imam Ghazali = " Semua jawaban itu
benar, tapi yang besar sekali adalah
HAWA NAFSU (Surah Al A’raf; 179). Maka
kita harus hati-hati dengan nafsu
kita, jangan sampai nafsu kita membawa
ke neraka."
IMAM GHAZALI" Apa yang paling berat
didunia? "
Murid 1 = " Baja "
Murid 2 = " Besi "
Murid 3 = " Gajah "
Imam Ghazali = " Semua itu benar, tapi
yang paling berat adalah MEMEGANG
AMANAH (Surah Al-Azab ; 72 ). Tumbuh-
tumbuhan, binatang, gunung, dan
malaikat semua tidak mampu ketika
Allah SWT meminta mereka menjadi
khalifah pemimpin) di dunia ini.
Tetapi manusia dengan sombongnya
berebut-rebut menyanggupi permintaan
Allah SWT sehingga banyak manusia
masuk ke neraka kerana gagal memegang
amanah."
Imam Ghazali = " Apa yang paling
ringan di dunia ini ?"
Murid 1 = " Kapas"
Murid 2 = " Angin "
Murid 3 = " Debu "
Murid 4 = " Daun-daun"
Imam Ghazali = " Semua jawaban kamu
itu benar, tapi yang paling ringan
sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN
SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau
urusan dunia, kita tinggalkan solat "
Imam Ghazali = " Apa yang paling tajam
sekali di dunia ini? "
Murid- Murid dengan serentak menjawab
= " Pedang "
Imam Ghazali = " Itu benar, tapi yang
paling tajam sekali didunia ini adalah
LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah,
manusia dengan mudahnya menyakiti hati
dan melukai perasaan saudaranya
sendiri "
"sampaikanlah walau satu ayat"..

Sumber : http://yudikaffah.blogspot.com/2008/08/teka-teki-imam-al-ghazali.html?m=1

Selasa, September 11, 2012

Keindahan Cinta Yang Tulus


Alangkah menyakitkan, kalau tiba2 kita sadar bahwa kita tak dapat bersamanya untuk slamanya. Awalnya, gak terlalu terasa, perpisahan yang secara perlahan terjadi. Perlahan
tapi pasti intensitas komunikasi semakin berkurang. Yang tadinya sehari 3 kali, menjadi
dua kali, setelah itu sekali, dua hari sekali, tiga hari sekali…dan akhirnya aku sadar pelan
tapi pasti semuanya sudah berakhir.
Dan sekarang baru terasa pedih, sekarang baru terasa sepi
dan sekarang baru terasa sedihnya kehilangan dia.
Tapi .. cinta itu indah…
Meskipun ada banyak halangan, mekipun ada banyak cobaan,
meskipun ada banyak kendala, meskipun ada banyak rintangan,
meskipun ada banyak tanjakan , meskipun ada banyak tembok tebal,
bahkan meskipun akhirnya menemukan kegagalan..
Aku bicara tentang cinta yang indah …
Tanpa kebencian…
Tanpa kemarahan…
Tanpa dendam…
Tanpa suudzon…
Aku bicara tentang cinta yang indah…
Meskipun….
Ketika disitu ada kesedihan..
Ketika disitu ada isak tangis..
Ketika disitu ada air mata
Ketika disitu ada kepedihan..
Bahkan ketika disitu juga ada penderitaan..
Cinta itu indah……Meskipun..
Ketika kami merasa keempat tangan kami takmampu lagi memeluk..
Ketika dua puluh jari kami tak mampu lagi memegang..
Ketika keempat lengan kami tak mampu lagi merangkul..
Ketika keempat tungkai kami tak mampu lagi melangkah..
Ketika keempat telapak kaki kami tak mampu menjejak
Ketika keempat kaki kami tak mampu mendobrak
Cinta itu sangat indah…
Disaat keluar kata2 : “ Aku menyintaimu abadi…selamanya..”
“Aku menyintaimu meskipun tak ada didekatmu..’
“ Aku menyintaimu meskipun tak memilikimu. .”
Cinta itu teramat sangat indah…
Ketika saling menghibur disaat akan berpisah..
Ketika saling mendukung supaya tabah , kuat dan tawakkal..
Ketika saling mengerti bahwa bakti itu diatas segalanya..
Ketika saling menatap mesra…disaat akan pergi..
Meskipun…sekarang kami sendirian…
Tapi hati kami satu..
Meskipun kami terpisah…
Tapi perasaan kami sama..
Meskipun tubuh kami berjauhan..
Tapi batin kami berdekatan..
Meskipun dilubuk hati ada kepedihan yang menghunjam…
Tapi disana ada juga kebahagiaan…
Betapa tidak….
Kita akan sangat bahagia, ketika kita tau
Orang yang sangat kita cintai,
Ternyata cintanya lebih besar dari apa yang kita bayangkan
Cinta itu indah…
Karena disitu ada kebahagiaan , penderitaan, hiburan,…
Meskipun tanpa harapan….

Kamis, September 06, 2012

Pendidikan Akhlak dalam Surat Al Hujuraat

Surat Al Hujuraat yang terdiri dari 18 ayat ternyata banyak berisi pendidikan akhlak. Baik Akhlak
terhadap Allah dan RasulNya, juga terhadap sesama muslim atau manusia.
Pertama hendaknya kita mengutamakan petunjuk yang diberikan Allah dan Rasulnya. Bukan
pendapat kita sendiri:
[49.1] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan
bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Untuk itu selain Al Qur’an, hendaknya kita juga membaca kitab Hadits seperti Bukhari, Muslim, Abu
Daud, dsb. Begitu pula kitab-kitab seperti Al Umm susunan Imam Syafi’ie yang syarat dengan
hadits dengan pemahaman ulama Salaf yang asli serta kitab Al Muwaththo.
Dalam bersuara juga kita tidak boleh berteriak-teriak:
[49.2] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari
suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana
kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak hapus
(pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari.
[49.3] Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka
itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka
ampunan dan pahala yang besar.
[49.4] Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu) kebanyakan
mereka tidak mengerti.
[49.5] Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka
sesungguhnya itu adalah lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
Kalau bertemu teman, jangan berteriak-teriak dari jauh seperti preman/orang gila. Coba dekati
dan ngobrol dengan suara lembut.
Dalam menerima berita juga kita harus hati-hati meski dari orang yang kita percaya. Tabayyun/
periksa langsung kebenaran beritanya pada orang yang dituduh:
[49.6] Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu
berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada
suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas
perbuatanmu itu.
Asbabun Nuzul ayat di atas adalah saat Walid bin Uqbah diutus Nabi untuk mengambil zakat dari
kaum Harits namun tidak berangkat karena khawatir dibunuh oleh Harits. Akhirnya dia membuat
laporan palsu bahwa Harits dan kaumnya ingin membunuhnya.
Untungnya Nabi tidak mempercayai berita itu begitu saja. Dikirim utusan yang lain dan ternyata
Harits tidak ingin membunuh Walid. Bahkan menunggu Walid agar bisa membayar zakat [HR
Ahmad, Thabrani, dsb]. Jika orang tidak cek dan ricek berita tersebut, tentu akan timbul perang
bukan?
Hendaknya kita senantiasa mentaati Rasulullah. Bukan hawa nafsu atau keinginan kita sendiri.
Sekarang yang kita taati hendaknya Al Qur’an dan Hadits:
[49.7] Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti
(kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan
tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah
dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan
kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
[49.8] sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana .
Jika ada 2 golongan Mukmin berperang/bertikai, hendaknya kita damaikan. Bukan justru kita adu-
domba:
[49.9] Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah
antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap
golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan
itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah),
maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang berlaku adil.
[49.10] Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah
antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.
Hendaknya kita tidak menghina kelompok lain dengan sebutan yang kita sendiri tidak suka. Boleh
jadi mereka lebih baik daripada kita. Jadi jika kita tidak suka disebut Musyrik, Ahli Bid’ah, Sesat,
Kafir, dan sebagainya, hendaknya kita tidak menyebut kelompok lain begitu. Yang berwenang
melakukan itu adalah Ijma’/Kesepakatan ulama dari mayoritas ummat Islam di Indonesia.
Jama’ah/kelompok besar yang insya Allah tidak akan sepakat dalam kesesatan. Bukan Firqoh
apalagi aliran sesat macam khawarij yang gemar mengkafirkan sesama Muslim:
[49.11] Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain
(karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)
dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi
wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan
janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan
gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah
iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.
Kita juga tidak boleh berprasangka buruk atau su’u zhon karena sebagiannya dosa. Jangan pula
mencari-cari kesalahan/aib orang lain (Tajassus). Kita harus paham yang maksum/suci dari dosa
itu Nabi. Ada pun manusia biasa itu tempat salah dan alpa termasuk kita. Jadi kalau dicari-cari,
niscaya ketemu aib/salahnya. Dan ini dosa. Jangan pula melakukan ghibah/menggunjing aib/
keburukan orang lain karena dosanya seperti memakan bangkai. Kecuali jika keburukan itu
dilakukan terbuka di tempat umum/menzalimi seseorang. Itu pun dilakukan pada tempatnya yaitu
melapor kepada yang berwenang:
[49.12] Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya
sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain
dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah
seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah
kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
Di ayat berikut, Allah mengajarkan kita bahwa semua manusia itu diciptakan dari seorang laki-laki
(Nabi Adam) dan seorang perempuan (Siti Hawa). Jadi sebetulnya semua manusia itu bersaudara.
Perjalanan waktu di mana manusia berkembang-biak sehingga ada yang putih, kuning, coklat,
hitam, dan sebagainya sebetulnya semua bersaudara karena nenek moyangnya sama. Oleh karena
itu sifat Rasis seperti membenci Cina, Kulit Hitam, dan sebagainya sebetulnya tidak sejalan dengan
Islam:
[49.13] Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya
kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi
Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Kita juga tidak bisa mengklaim sebagai beriman/Mukmin. Cukup mengaku sebagai Muslim. Karena
hanya Allah yang tahu apakah kita beriman atau tidak. Bisa jadi banyak amalan kita masih kita
lakukan karena riya atau terpaksa:
[49.14] Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada
mereka): “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: “Kami telah tunduk”, karena iman itu
belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada
akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang”.
Orang-orang yang beriman kepada Allah, selain beriman kepada Allah dan RasulNya juga tidak
ragu-ragu berjihad dengan harta dan nyawanya di jalan Allah:
[49.15] Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan
harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.
[49.16] Katakanlah (kepada mereka): “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah
tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan
apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Di saat perang, mereka tidak ragu berperang dengan resiko terbunuh dengan harta dan jiwa
mereka. Di saat damai, mereka tidak ragu menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti membantu
dakwah syiar Islam, membantu fakir miskin, dan sebagainya. Bukan sekedar zakat yang memang
sudah merupakan kewajiban setiap Muslim.
Ada kaum yang saat masuk Islam merasa seolah-olah berjasa dan memberi hadiah pada Nabi.
Padahal justru merekalah yang mendapat nikmat Islam sehingga terlepas dari siksa neraka:
[49.17] Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka.
Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan
keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan
menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar”.
Di zaman ini, maka setiap perbuatan baik kita entah itu berupa zakat, sedekah, dan sebagainya,
pada dasarnya itu bukan untuk para ulama atau pun aktivis dakwah. Tapi untuk mereka sendiri
sehingga amal tersebut bisa menghindarkan mereka dari siksa neraka dan memasukkan mereka
ke dalam surga jika mereka ikhlas hatinya.
Allah mengetahui semua perkataan dan perbuatan kita. Baik pikiran/niat kita, atau pun yang kita
ucapkan atau lakukan. Jadi hendaknya kita hati-hati dalam berkata dan berbuat. Setiap
kebohongan kita, setiap keburukan yang kita lakukan, itu semua diketahui Allah dan dicatat oleh
para Malaikat:
[49.18] Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah
Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Jadi hindari dusta, mencuri, korupsi, merampok, membunuh, berzina dan segala dosa/maksiat
lainnya sebab semua itu dilihat, didengar, dan diketahui Allah SWT.
Referensi:
http://media-islam.or.id/2011/10/04/mewaspadai-berita-di-media-massa/

Published with Blogger-droid v2.0.6

Jumat, Agustus 17, 2012

SATU KEBAJIKAN SEJUTA KEDAMAIAN

Oleh Gus Rochim


             Hakekatnya tidak ada manusia yang ingin disebut penjahat atau orang yang tidak baik, sekalipun mereka jelas-jelas para penentang kebaikan, para penggemar perbuatan jahat. Tidak ada pencuri yang mau mengaku kalau dirinya seorang pencuri, apalagi terang-terangan memberi tahu bahwa ia baru saja mencuri di rumah si (Anu), tentu saja kalau ada yang seperti ini paling-paling dianggap orang gila dan suah pasti penjara pun penuh. Bahkan tidak ada satu penjahatpun yang rela bila kelak keturunannya mengikuti langkahnya untuk juga menjadi penjahat.

             Maka kemudian bergulirlah satu pertanyaan apakah pencuri atau penjahat yang merasa ingin bertaubat dan segera mengakhiri perbuatannya..? Tentu saja jawabannya ada, bahkan hampir setiap penjahat yang tertangkap dan biasanya dihakimi massa kemudian mendekam di sel tahanan, mengaku menyesali perbuatannya dan ingin kembali ke jalan yang benar. Meski demikian, tetap saja ada diantara mereka yang tidak jera dihakimi massa dan tidak bosan menginap di ruang sempit berjeruji besi.

             Bentuk lain yang lebih sederhana adalah kejahatan dan kemaksiatan yang tidak menyangkut orang lain, yakni maksiat terhadap diri sendiri. Meski tidak terasakan oleh orang lain, meski tidak merugikan makhluk lainnya secara langsung, dan meski tidak diketahui oleh manusia lain, tetap saja disebut kemaksiatan jika perbuatan yang memang jelas-jelas menghancurkan dirinya sendiri.
Hadirin sidang jamaah jum’at yang diridhai Allah.

             Pada dasarnya manusia diciptakan dengan bentuk kejadian yang sempurnah.
لقد خلقنا الانسان فى احسن تقويم (التين : 4)
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya.

             Bahkan manusia itu lahir dalam keadaan fitrah suci begaikan kertas putih bersih tanpa garis dan tulisan. Nabi saw. bersabda :

كل الناس يولد على الفطرة
Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci bersih.

             Sehingga sudah menjadi tabiat sesungguhnyalah semua manusia senang berbuat kebajikan dan menolak hal jahat atau dorongan untuk berbuat kejahatan, itu jelas tidak sesuai fitrah manusia sebagai makhluk yang terlahir suci, memiliki kecenderungan kepada kebenaran dan kebaikan. Kalaupun ada diantara manusia yang melakukan perbuatan menentang fitrahnya, tentu ada unsur asing yang masuk kedalam hatinya menggerogoti benteng-benteng fitrahnya dan mengubah kecenderungan hatinya kepada kebathilan dan dosa. Padahal sesungguhnya, setiap hati manusia yang tercipta dalam keadaan bersih ini senantiasa menolak bercak-bercak hitam kemaksiatan.
Hadirin yang berbahagia.

             Unsur asing itu kadang keluar masuk kedalam hati manusia, menguasai dan mendominasi setiap gerak dan perilaku empunya hati. Sebagai contoh, seperti pencuri saat tertangkap basah dalam melakukan aksinya, serta merta unsur asing itu pergi menjauh meninggalkan jasad si pencuri. Dan bisa kita saksikan, fitrah kebaikannya yang muncul bahwa ia karena terpaksa melakukan atau sedang khilaf. Kemudian kata-kata taubat muncul dari mulutnya. Jika tekat hatinya sangat kuat untuk tidak melanjutkan perbuatan dosa, dan menghindari segala bentuk kemaksiatan, maka unsur asing itu tak akan pernah bisa lagi kembali masuk karena pintu hati itu tertutup untuknya. Namun, jika yang keluar dari mulutnya itu hanya “taubat sambal” maka jangan heran jika kemudian unsur itu keluar masuk dan kembali mendominasi hati manusia untuk senantiasa berdekatan dengan dosa.

             Bagaimanapun setiap perbuatan dosa yang terjadi membuat dada ini terus bergemuruh oleh ledakan-ledakan kegelisahan dan keresahan karena pada hakekatnya hati yang fitrah ini menolak. Bahwa dosa adalah sesuatu yang dirasakan tidak menegakkan, gelisah, takut kalau-kalau orang lain mengetahui dan sedang membicarakannya. Setiap manusia yang mempunyai kecenderungan kepada kebenaran akan merasa malu berbuat maksiat bahkan akan terasa lebih berat malunya jika dosa yang pernah dilakukannya diketahui oleh orang lain. Bagaimana jika malunya dia dengan Allah Swt. yang Tahu Maha Tahu itu...?

             Sementara sekarang bayangkanlah ketenangan yang masuk kesekujur tubuh ini saat sedang melakukan shalat. Hadirkan ketenangan itu juga pada setiap waktu duduk, berdiri, berbaring dan diamnya kita disetiap tempat. Rasakan kehangatan yang menyelimuti relung-relung hati ini saat berbagi rezeki dengan orang lain teruskan kehangatan itu dalam melangkah bersama para fakir dan yatim piatu dengan menanggalkan pakaian-pakaian kesombongan. Dapatkanlah kesejukan dan kedamaian dari hal-hal baik yang terangkai apik dalam keseharian perilaku kita, bagaimana kita setiap waktu itu terisi satu, sepuluh, seratus bahkan sejuta kedamaian. Bahkan kita bisa memperelah semua keindahan hidup hanya dengan menebar senyum dan mendapatkan kembali senyum yang begitu tulus dari saudara-saudara kita, subhanallah, dan senyum itu adalah sadaqah.

             Jelas setiap perbuatan baik akan menghadirkan ketenangan dalam dada manusia yang mengerjakannya. Setiap hati bertambah dan makin banyak hal baik dekerjakannya, semakin bertambah pula ketenagan meliputi hatinya. Sebaliknya, gunda, gelisah dan resah bahkan rasa takut senantiasa mengiringi setiap perbuatan jahat dan dosa. Maka, masikah terus menerus kita betah dengan keadaan hati yang tidak menentu ini hanya karena kita gemar berbuat maksiat? Bagaimana dengan dua, tuga, atau sepuluh kebajikan. Tentu saja butir-butir kedamaian itu, takkan pernah bisa terhitung dan senantiasa hadir dalam hidup dan kehidupan kita.

Gus Rochim Berpuisi

بسم الله الرحمن الرحيم 

Oleh Gus Rochim

Aku ingin menatapmu tanpa kata,
Ketika hati hening tanpa nafsu..
Ketika semua mata terpejam tanpa rasa,
Ketika roh terangkat tanpa keluh kesah.

Aku ingin meraihmu dengan Cinta-Nya,
Ketika langkah tertatih dalam luka.
Ketika air mata adalah jiwa,
Ketika keyakinan lunturkan luka,air mata dalam pelukan doa.

Dalam diam kuraih indahnya merindu,,
Walau deret tanya dihadapku..
Adakah engkau jua menyebut namaku didoamu?

Untukmu,,Pendamping syurgaku..
Aku di sini menunggu kabar dari sayap-sayap angin..
Dalam balutan rasa menantimu
Siapakah Jodohku..?
Disaat penantian tertuju satu,,
Disaat waktu terhenti dalam dekapanmu.

Ya Allah,,
Jikalau Engkau izinkan hamba mencinta,,
Izinkanlah hamba menata jiwa,,
Agar mampu menjadi imam dalam Alur takdir-Mu,Memuliakannya disepanjang nafasku..

Hetty Suhartini






Susahkah Menjadi Wanita Islam?..

Oleh Gus Rochim
Ada kaum wanita berkata,,,“susah menjadi wanita ISLAM”. Lihat saja peraturan dibawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya
apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya kurang dibanding lelaki.
4. Wanita menerima pusaka atau warisan kurang dari lelaki.
5. Wanita harus mengha
dapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya tetapi suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak ada di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang beribadah kerana masalah haid dan nifas yang tidak dialami lelaki.

PERNAHKAH KITA BERFIKIR SEBALIKNYA…??

Aurat serta perhiasan wanita adalah suatu yang sangat mahal dan berharga…
makanya..

Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan terserak, bukan? Itulah bandingannya antara seorang muslimah dgn pompuan jalanan.

Wanita perlu taat kepada suami, tetapi lelaki pun wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?

Wanita menerima pusaka atau warisan kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik peribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya.
Manakala lelaki menerima pusaka atau warisan, ia akan menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anaknya.

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat, dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini, dan matinya jika saat melahirkan adalah syahid.

Di akhirat kelak,seorang lelaki akan mempertanggungjawabkan 4 wanita ini:Isterinya,ibunya,anak perempuannya,dan saudara perempuannya.

Seorang wanita pula,tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki ini:Suaminya,ayahnya,anak lelakinya dan saudara, lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu manapun yang disukainya cukup dengan 4 syarat saja :
Solat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan,taat pada suaminya dan menjaga kehormatannya.

Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat pada suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, ia akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang
fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya Allah…demikian sayangnya Allah pada wanita, kan?
ALLAH Maha Adil Lagi Maha Bijaksana..
Setiap ape yg ditetapkan penuh dengan hikmah..
Fikirkan,renungkan, n bersyukurlah..
Bagaimana……? Masih merasa tidak adil?
Berbahagialah menjadi seorang Muslimah!!!

Salam Ramadhan..





IMAN, AKHLAQ, AMAL DAN IBADAH



بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَلْحَمْدُ للهٍ الذى نَزَّلَ اْلفُرْقَانَ عَلَى عِبَادِهِ لِيَكُوْنَ لِلْعَالَِميْنَ نَذِيْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لآ اِلهَ الله وَحْدَهُ لآشَرِيْكَ لَهُ الذِى خَلَقَ اْلِأنْسَانَ فىِ أَحْسَنِ تَقْوِيمْ. وأَشهد أن محمدا عبدُه ورسولُه اْلهَادِى الى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ مَنْ سَلَكَهُ فَازَ بِالعِزِّ وَالنَّعِيْمِ اْلمُقِيْمِ ومن حَادَ عَنْهُ رُمِىَ بِهِ فِى اْلجَحِيْمِ. والصلاةُ والسلامُ على سيِّدِ اْلخَلْقِ مُحمدِابْنِ عَبْدِاللهِ وعلى أله وأصحابه الذين جَاهَدُوْا فى اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ فَكَانُوْا أَحِقَّاءَ بِالنَّعِيْمِ اْلمُقِيْمِ. أمابعد:

Saudara-saudara kaum muslimin rahimakumullah

            Marilah kita bertaqwa kepada Allah, dengan mengabdi dan meningkatkan ketaatan kita kepada-Nya .Kita semua tentu menyadari bahwa umur kita selama ini dari hari kehari bukanlah malah bertambah, tetapi malah sebaliknya semakin berkurang, kurang dan terus berkurang hingga datangnya ajal. Ini berarti kesempatan kita untuk memperbanyak amal shaleh semakin habis, sedang perbuatan dosa semakin bertambah terus tanpa ada penyesalan.
            Di dalam  syi’ir disebutkan:
أنت فى غفلة وقلبك ساهي
ذهب العمروالذنوب كما هى
Artinya
“Engku tetap hidup dalam kelengahan dan hatimu lupa, hilanglah umurmu sedang dosa-dosamu tetap seperti keadaannya”.

            Semestinya kita harus pandai memanfaatkan kesempatan sebelum kesempatan itu habis direnggut maut. Isilah kesempatan itu untuk beramal shaleh, jangan ada di antara kesempatan yang terbuang percuma, atau berlalu dengan sia-sia. Jangan suka menunda sesuatu yang berarti membuang-buang waktu.
            Ingatlah firman Allah:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya:
Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. Al-a’raf : 34.

Kaum Muslimin yang berbahagia

            Mati adalah ketentuan yang pasti yang akan dialami setiap orang. Siapa saja tak akan mampu menghindari mati, sekalipun ia telah berusaha menghindarinya. Namun anehnya banyak umat manusia yang melalaikan mati, seolah-olah mati itu tidak bakal terjadi. Mereka tenggelam dalam kemewahan dunia semesta, tanpa memperdulikan kehidupan di akhirat yang abadi, sehingga mereka berbuat seenaknya sendiri dengan menuruti kehendak haw anafsunya. Mereka sudah tidak lagi mengisi kesempatannya dengan amal shaleh, tetapai justru sebaliknya kesempatan-kesempatan di warnai dengan berbagai kemaksiatan. Semestinya mereka harus menyadari, bahwa kematian itu pasti datang, dan kedatangannya tak seorang pun yang mengerti.bisa saja kematian itu menimpa seseorang yang masih mudah belia, bahkan sering terjadi seseorang yang diwaktu soreh masih kelihatan sehat tetapi di pagi harinya ia mati mendadak. Tegasnya kematian pasti datang, dan datangnya tak terduga-duga sebelumnya. Oleh karena itu marilah kita isi kesempatan kita dengan amal shaleh untuk mencari keridhaan Allah Swt.

            Rasulullah Saw. Telah bersabda:

أغتتنم خمسا قبل خمس : حياتك قبل موتك وصحتك قبل سقمك, وفراغك قبل شغلك وشبابك قبل هرمك, وغناك قبل فكرك. رواه الحاكم والبيهقى عن أبن عباس
    
Artinya:
Jagalah lima perkara sebelum tertimpa lima keadaan, jagalah masa hidupmu sebelum datang masa kematianmu. Jagalah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Pergunakanlah masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.  Jagalah masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Jagalah masa kayamu sebelum datang masa miskinmu.

            Dalam hadis ini Rasulullah secara tegas menganjurkan kepada kita agar benar-benar memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin dengan memperbanyak amal shaleh. Sebab jika kesempatan itu kita abaikan tentu hilang percuma.

- Pertama, Mumpung masih hidup gunakanlah untuk giat beribadah jangan engakau tunda-tunda sehingga datang masa kematianmu. Sebab kematian itu menyebabkan putusnya amal.
- Kedua, Sewaktu badan masih sehat gunakan untuk memperbanyak anal shaleh, jangan engkau menunda-nunda menunggu datangnya sakit, yang menyebabkan orang susah beribada.
- Ketiga, Masa luangmu, yaitu masa hidupmu di dunia adalah suatu kesempatan untuk mengumpulkan bekal yang engakau dapat petik buahnya dikelak hari kemudian. Kesempatan itu jangan di tunda-tundasehingga datang hari kiamat yang pada hari itu setiap orang sibuk memikirkan diri sendiri untuk menghadapi hisab (penelitian amal).
- Keempat, Sewaktu masih mudah berarti sewaktu masih dapat melangkah jauh untuk berbuat sesuatu, hendaknya diisi dengan amal shaleh, jangan ditunda-tunda sehingga datang masa tua yang membut seseorang menjadi loyoh/pikun.
- Kelima, Sewaktu masih kaya, hendaklah giat bersedeqah, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, berderma untuk kemashlahatan pendidikan dan lain sebagainya. Gunakanlah kesempatan itu ssebaik mungkin mumpung belum datang kemiskinan yang dapat menghambat orang untuk giat bersedeqah dengan harta.

Kaum muslimin yang berbahagia

             Sesungguhnya dunia ini adalah ladang tempat kita menanam amal, yang hasinya kita petik di akhirat nanti. Siapa yang berbuat baik di dunia, tentu akan memperoleh pahala dari sisi Allah, dan siapa yang berbuat jahat, maka Allah akan membalasnya dengan siksa. Sebagaimana firmannya:

وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Artinya:
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. .  al-Jastiah: 22.
            Semoga dengan ayat-ayat ini, kita semua dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperbanyak amal shaleh, bartaubat kepada Allah, dan berzikir kepadanya.

Oleh Gus Rochim